PEMBAGIAN JENIS HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA
PEMBAGIAN JENIS HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA
Mengenal Hewan Tak Bertulang Belakang (Avertebrata)
Dunia hewan, berdasarkan ada
tidaknya tulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bertulang belakang
(vertebrata) dan hewan tak bertulang belakang (Avertebrata). Kelompok
hewan avertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan
syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan,
umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi
oleh tengkorak.
Berikut adalah kelompok hewan yang termasuk avertebrata :
1. Porifera
(Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.
Ciri-ciri morfologinya antara lain:
- tubuhnya berpori (ostium)
- multiseluler
- tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
- berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
- warnanya bervariasi
- tidak berpindah tempat (sesil)
Porifera hidup
secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang
masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga
sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut.
Contoh : Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia
2. Coelenterata (Hewan Berongga)
Coelenterata (dalam
bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki
rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan
(gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa
yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki
sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat
disekitar mulutnya.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Contoh: hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.
3. Platyhelminthes (cacing pipih)
Platyhelminthes
adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris
bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan.
Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup
sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia.
Contoh dari cacing pipih antara lain :
- cacing getar : planaria
- cacing pita : Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing pita babi), Echinococcus granulosum (cacing pita anjing)
- cacing isap : cacing hati (Fasciola hepatica)
4. Nemathelminthes (Cacing gilig)
Nemathelminthes atau
cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris
bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem
peredaran darah.
Contoh : cacing perut (Ascaris lumbricoides), cacing kremi (Oxyuris vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale) , cacing filaria (Wuchereria bancrofti).
5. Annelida (Cacing Gelang)
Annelida adalah
cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan
berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah
tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam
satu tubuh atau hermafrodit.
Contoh : cacing tanah (Lumbricus terrestris), cacing wawo, cacing palolo, lintah (Hirudo medicinalis) dan pacet (Haemodipsa)
6. Mollusca (Hewan bertubuh lunak)
Mollusca adalah
hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya
memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang
terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator
dan gangguan lainnya. Hidup di air laut, air tawar dan di darat.
Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.
7. Echinodermata (Hewan berkulit duri)
Echinonermata adalah
binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan
lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh
echinodermata sudah berkembang dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang
tersusun atas zat kapur, memiliki daya regenerasi yang tinggi, hidup di
laut, berkembang biak secara kawin yang pembuahannya diluar tubuh.
Contoh :
Bintang laut
(Asteroidea), Landak laut (Echinoidea), Bintang ular (Ophiuroidea), lili
laut (Crinoidea), teripang (Holothuroidea).
8. Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)
Arthropoda adalah
hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh
telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen
yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka.
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :
a. Insecta (Serangga)
Insecta adalah
kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga
pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”)
Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk, lalat
b. Crustaceae (Udang-udangan)
Mayoritas merupakan
hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah
beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan
anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat
parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.
Tubuh Crustacea
terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks)
dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi
oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri
dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu,
di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang
bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan
di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian
abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
Contoh : kepiting, ketam, udang
c. Arachnoidea (Laba-laba)
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki,
tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan
hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa
utamanya adalah serangga.
Tidak semua
laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya
mampu menghasilkan benang sutera –yakni helaian serat protein yang tipis
namun kuat– dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di
bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu
pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat
mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu buku.
d. Myriapoda (Lipan)
Kelabang adalah
hewan yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini
termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal (beraktivitas
di malam hari).
Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki seribu)
Mengenal Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)
Vertebrata adalah golongan hewan yang
memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan
sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata
hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan
menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang
(vertebrae).
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata
merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan
yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
- Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
- Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
- Memiliki celah faring.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri
bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau
endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak
(kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun
atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit
vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan
rambut.
Organ dalam, seperti organ pencernaan,
jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom.
Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ
tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga
anus, sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh
darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru
atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem
endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.
Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.
1. Pisces
Pisces memiliki
habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai
sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan
memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan
berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1) Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2) Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.
2. Amphibia
Amphibia merupakan
hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun
tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis
katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada
yang hanya di darat. Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan
air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan
ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan
poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal).
Contoh : katak sawah, salamander, kodok
3. Reptilia
Reptilia (dalam
bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari
zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain
yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah : anggota tubuh berjari
lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat,
menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga
tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan
telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.
Reptilia mencakup
tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang),
Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan
Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai)
yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian
bawah).
4. Aves
Aves memiliki suhu
badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan).
Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap
digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang
biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh.
Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas
dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan
saat terbang.
Contoh : ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.
5. Mammalia
Ciri khas dari
mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar
(mammae) yang terdapat di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga
hewan menyusui karena menyusui anaknya.
Tubuh mammalia
tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat
pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain
pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari,
sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan
sebagai penciri kelamin.
Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar).
Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas
dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang
dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.
Hewan Vertebrata & Hewan Invertebrata
Hewan Vertebrata & Hewan Invertebrata
Hewan dapat dibagi menjadi dua kelompok, vertebrata dan invertebrata/avertebrata. Pembagian ini berdasarkan ada tidaknya tulang belakang pada hewan tersebut. Kita dapat mempelajari mengenai perbedaan vertebrata dan invertebrata lebih lanjut dengan memahami karakteristik masing-masing kelompok.
Hewan Invertebrata
Hewan invertebrata adalah hewan-hewan yang tidak bertulang belakang. Invertebrata adalah kelompok besar yang terdiri dari banyak filum, tidak seperti vertebrata yang hanya berupa 1 sub-filum.
Invertebrata adalah organisme multiseluler dan kebanyakan membentuk koloni dari sel-sel individu. Semua sel-sel di dalam koloni tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Mereka tidak memiliki dinding sel dan banyak yang memiliki jaringan, kecuali porifera/spons. Kebanyakan hewan invertebrata berkembang biak dengan reproduksi seksual.
Kebanyakan hewan invertebrata bisa bergerak kecuali porifera dewasa. Banyak invertebrata yang memiliki bentuk simetris. Invertebrata bersifat heterotrof, yakni tidak dapat menghasilkan energi sendiri. Invertebrata heterotrof dengan mengkonsumsi tumbuhan dan hewan lain.
Berikut 9 filum yang termasuk kelompok invertebrata, beserta contohnya:
- Porifera : spons
- Cnidaria : ubur-ubur, hydra, anemon laut, karang
- Ctenophora/Coelenterata : ubur-ubur
- Platyhelminthes : cacing pipih
- Mollusca/Moluska : siput
- Artropoda : udang, laba-laba, lipan
- Annelida : cacing bersegmen seperti cacing tanah, pacet, dan lintah
- Echinodermata : bintang laut, teripang, bulu babi
Hewan Vertebrata
Vertebrata dikelompokkan dalam sub-filum Vertebrata, dibawah filum Chordata. Hewan vertebrata adalah hewan bertulang belakang. Tulang belakang ini merupakan rangka dalam atau endoskeleton.
Hewan vertebrata berukuran lebih besar dibandingkan dengan hewan invertebrata. Kebanyakan hewan vertebrata memiliki sistem saraf yang lebih baik, yang membuat mereka lebih pintar.
Karakteristik vertebrata antara lain: simetri bilateral, segmentasi tubuh, sistem pencernaan lengkap, sistem peredaran darah tertutup, dan tentunya memiliki endoskeleton atau bertulang belakang.
Hewan-hewan yang termasuk dalam kelompok vertebrata dibagi atas 5 kelas:
- Pisces : ikan
- Reptilia : binatang melata seperti buaya, kadal, ular, penyu, dan kura-kura
- Mamalia : binatang menyusui seperti jerapah, singa, dan kera
- Amfibia : kodok dan katak
- Aves : ayam, kalkun, angsa, bebek, dan burung-burung lain
Dunia Tumbuh-Tumbuhan (Kingdom Plantae)
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan tertua. Ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah:
- Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem.
- Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain/sampah-sampah sebagai saprofit.
- Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun.
- Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari disebut generasi sporofit.
- Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis.
- Tidak berbunga.
- Umumnya memiliki rizom (batang yang terdapat di dalam tanah).
- Paku Purba (Psilophytinae)
- Paku Kawat (Lycopodiinae)
- Paku Ekor Kuda (Equisetinae)
- Paku Sejati (Filicinae)
Paku Purba (Psilophytinae)

Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah.
Tumbuhan ini hidup di zaman purba dan sekarang ditemukan dalam bentuk
fosil. Daunnya kecil, terkadang tidak berdaun. Species yang masih ada
adalah Psilotum.
Paku Kawat (Lycopodiinae)
Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral; batang seperti kawat; sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat.
Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral; batang seperti kawat; sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat.

Paku Ekor Kuda (Equisetinae)

Paku Sejati (Filicinae)

Berdasarkan tempat hidupnya, paku sejati dikelompokkan menjadi:
- Tumbuhan paku yang hidup di tanah seperti pada lereng pegunungan. Contoh: paku tiang (Alsophilla glauca), suplir (Adiantum cuneatum) dan pakis (Nephrolepis sp.)
- Tumbuhan paku yang tumbuh di perairan. Contoh: semanggi (Marsilea crenata) dan paku air (Azolla pinnata).
- Tumbuhan paku yang menempel pada tumbuhan lain/epifit. Contoh: paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) dan paku sarang burung (Asplenium nidus)
Lichen(Lumut Kerak)
Lichen(Lumut Kerak)
Lichen(lumut kerak) merupakan organisme majemuk yang merupakan gabungan antara alga dan cendawan (jamur). Lichen adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Lichen tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim. Kerja sama ini mengakibatkan struktur morfologi pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah.
Lumut
kerak sangat peka terhadap kualitas udara. Oleh karena itu, lumut kerak
dapat digunakan sebagai penunjuk adanya polusi udara. Di kota-kota
besar atau kawasan industri tingkat polusi udaranya sabgat tinggi.
Ditempat-tempat ini sedikit sekali lumut kerak yang dapat tumbuh.
Semakin jauh dari sumber polusi, keragaman lumut kerak semakin bertambah
dan spesies-spesies yang ditemukan akan berubah. Ditempat dengan mutu
udara baik, biasanya tumbuh lumut kerak yang berbentuk mirip pohon.
Lumut kerak menyebar sangat luas di muka bumi dan mampu menghuni
tempat-tempat ekstrem, seperti tundra, permukaan batu
di pegunungan maupun pantai, atau tumpukan sampah beracun. Oleh
karenanya, lumut kerak dapat digunakan sebagai pengukur tingkat polusi. Beberapa lumut kerak digunakan sebagai pewarna, bahan parfum, serta bahan pengobatan.
PLANARIA
PLANARIA - TURBELARIA
- Cacing Planaria tergolong dalam kelompok cacing .Platyhelminthes . Satu-satunya kelas yang hidup bebas (non-parasit), mempunyai sistem ekskresi dari sel-sel api (Flame Cell). Bersifat Hermafradit dan berdaya regenerasi cepat.
- Cacing Platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih (platy = pipih dan helminthes = cacing ). Kelompok cacing pipih ini memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan susunan tubuh cacing pada filum lainnya.Pada klasifikasi sebelumnya semua cacing dikelompokkan dalam Vermes dan untuk detailnya bisa dilihat dalam buku Helmintologi (ilmu cacing)
Cacing Planaria - Dugesia sp (Turbelaria) sekelompok
dengan Cacing hati - Fasciola hepatica (Trematoda) dan Cacing Pita ( Taenia saginata
/ Taenia solium) dari Cestoda
1.Ciri-Ciri
Umum Filum Platehelminthes.
- memiliki struktur tubuh pipih
- ada yang berbentuk seperti pita, seperti daun dan turbelaria style
- lunak dan tidak bersegmen. pada cacing pita terlihat bersegmen sebenarnya bagian dari Proglotidnya
- susunan tubuhnya simetri bilateral.Anggota hewan ini bersifat hemafrodit.
- lapisan embryonalnya bertipe Triloblastik Aselomata Trip;oblastik tranpa rongga (coelom).
- tidak memiliki system peredaran darah dan sistem respirasi.
- alat pencernaannya belum sempurna , umumnya hanya mempunyai mulut dan tidak memiliki anus. cacing pita tidak terdapat mulut dan alat pencernaan.
- alat ekskresi berupa sel api.
- pada bagian epidermisnya yang lunak terdapat silia atau lapisan lilin (kutikula).
- Sistem saraf terdiri atas sepasang ganglion(simpul saraf) anterior atau dinding saraf yang dihubungkan oleh satu sampai tiga pasang tali saraf.
Cara
Berkembang Biak Planaria .
- Cacing Planaria umumnya berkembang biak secara aseksual dan seksual.
- Cacing Planaria monoecious organ kelamin testes dan ovarium nya membentuk ovotestes atau lebh dikenal dengan Hermaphhroditus, sehingga melakukan pembuahan sendiri.
- Perkembangan cacing ini ada dua macam, yaitu langsung(telur menetas menjadi cacing kecil tetapi menyerupai cacing dewasa) dan tidak langsung(melalui bentuk larva yang bersilia).
- Asexual nya dengan fragmentasi memutuskan bagian tubuhnya membentuk individu baru atau meregenerasi dengan cepat yang terlihat pada planaria dan cacing pita
- Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur.
Turbellaria
- Cacing berbulu getar - Planaria.
- Anggota Turbellaria merupakan kelompok cacing pipih yang memiliki silia(bulu getar).
- Salah satu turbellaria yang sering dipelihara Planaria naculata/ Dugesia sp.
- Planaria biasanya hidup di air tawar (kolam/ sungai)yang jernih, melekat pada batu-batuan, atau daun.
- Panjang tubuh planaria dapat mencapai 2-3 cm.
- tubuhnya ditutupi oleh lapisan epidermis yang mengandung kelenjar-kelenjar unisel yang terbuka.
- Pada epidermis bagian permukaan ventral terdapat bulu getar(silia) yang bangun untuk pergerakan.
- Bagian kepala planaria tampak berbentuk segitiga.
- Pada bagian tersebut terdapat dua bintik mata yang berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya.
- Kedua bintik mata tersebut belum dikatakan sebagai alat penglihatan.
- System pencernaan makanan planaria terdiri atas mulut, kerongkongan dan usus.
- Faring dapat dijulurkan untuk menangkap makanan.
- Memiliki usus yang bercabang tiga, satu cabang kearah anterior dan dua cabang kea rah posterior.
- Alat ekskresi jenis cacing ini berupa sel api.
- Susunan sarafnya merupakan system tangga tali.
- Planaria bereproduksi dengan cara generatif dan vegetatif.
- Reproduksi secara generatif terjadi melalui pembuahan sel telur oleh spermatozoid.Lubang kelamin terdapat di sebelah bawah mulut.
- Planaria bersifat hermafrodit.
- Reproduksi secara vegetatif dilakukan melalui fragmentasi.
- Planaria dikenal dengan memiliki daya regenerasi yang tinggi.
- Jika tubuhnya dipotong-potong, maka setiap potongan tubuhnya akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
- Sel-sel api (Flame Cell), dimiliki oleh organisme Platyhelmintes, seperti planaria. Sel-sel api didistribusikan sepanjang sistem tabung bercabang. Cairan tubuh disaring melalui sel-sel api, dengan cara memindahkan cairan ke dalam sistem tabung yang dimiliki organisme tesebut. Zat buangan (air dan garam) disekresi dari sistem tabung melalui lubang-lubang (pori-pori) yang ke luar tubuh.











